Thursday, March 22, 2007

The Luck Factor

Assalamu'alaikum wr.wb.

Saya hampir saja menilai diri orang yang "kurang beruntung" dalam segala hal. Namun dengan adanya sharing di millist ini yang membangkitkan ke arah perbaikan diri, saya pun semakin yakin bahwa semuanya bisa diperbaiki.Insya Alloh.Dan tiba-tiba dalam fikiran saya akibat sering membaca postingan -postingan terutama mengenai luck factor saya menyimpulkan bahwa tiga point luck factor tersebut saling terkait dan berkesinambungan.
Berikut kesimpulan sederhana saya, mohon di koreksi dan di luruskan apabila keliru.
The Luck Factor
1. Bersyukur !!!.Bersyukurlah dengan apa yang sudah kita miliki. Bukan !!! Bukan dengan apa yang sudah kita miliki tetapi apa yang sudah di"titip"kan oleh-Nya. Karena sesungguhnya Hanya Dia, Alloh yang Maha Memiliki. Kita sebatas diberi "amanah". Jadi bersyukurlah dengan selalu menjaga apa yang telah diamanah kan kepada kita.
2. Bersedekahlah !!!
Berikanlah sebahagian rizki saja yang di "titip-kan" kepada kita untuk di "titipkan" pada orang yang lebih memerlukan.
3. Tingkatkan ( Perbaiki ) terus menerus !!!
Perbaiki terus menerus dalam hal bersyukur, bersedekah, Bisnis dan hal lain yang menuju kepada keridhaan Alloh Subhanahuwata'ala. Apabila Alloh Yang Maha Memiliki sudah Ridha. Insya Alloh, Syurga yang luas dan kekal abadi akan diberikan, apalagi dunia.
Wassalam,
Agam Rukmana

Aplikasi Ilmu TDA Versi Mbak Eka

TDA-ers ,
Banyak hal dan ilmu2 di Komunitas TDA yang telah saya nikmati dan aplikasikan dalam perjalanan bisnis saya. Walau hanya sebagai pengamat pasif karena kebetulan domisili tidak di Jakarta, saya di Bali - lewat blogwalking ke blog2 TDA-ers, membaca postingan email2 di milis, saya pribadi merasa mengalami perubahan positif yang meningkat sangat tajam. Kuncinya adalah “ Applied Knowledge is a power !! “Berikut hal dan ilmu yang saya dapat dari TDA dan saya aplikasikan :

TAKE ACTION dan TAKE DOUBLE ACTION
Saat pertama menjadi bagian komunitas ini …. Saya berbandrol seorang karyawan (sekarang masih) yang juga owner pernik_unik online. Berbekal sudah melakukan sesuatu atau sudah take action saya makin memantapkan diri bahwa saya harus melakukan hal yang lebih dari yang sudah saya lakukan saat itu. Ya .. kini ada 2 ranting biz baru yang sedang saya lakoni …. Lagi2 … karena spirit take actionlah yang menggerakkan. Mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak diwujudkan. Mulai dari yang kecil … mulai dari yang kita suka saja dulu … saya sendiri, memanfaatkan hobby belanja sebagai basic bisnis saya sekarang. Shop to earn money !ATM ( Amati, Tiru, Modifikasi )Ini juga salah satu ilmu yang saya aplikasikan dalam mengembangkan pernik_unik. Mengamati bagai mana pergerakan bisnis rekan2 di komunitas, lalu tiru dan memodifikasi sesuai karakter pribadi saya dan karakter bisnis kita sendiri.

MIND SET
Mungkin ini pencapaian termahal saya.Spirit positive thinking, optimis, ini benar2 mampu mengubah hidup saya bahkan menyasar jauh lebih luas ke kehidupan pribadi selain bisnis. No more stress … live love and laugh !WIFLE (What I Feel Like Expressing)Ini juga sudah menjadi bagian hari-hari dan ga melulu dalam sesi atau waktu formal tapi entah di mobil bersama suami sepanjang perjalanan, dikantor dengan kadek roommate saya , dengan team saat lunch bareng ….

KERTAS2 MIMPI
Ini hal lain yang juga mengagumkan dan benar2 nyata terjadi pada saya. Kertas2 mimpi yang saya tempel di sudut2 yang gampang tertangkap mata … menuntun dan menggiring saya mewujudkan satu-persatu mimpi2 yang tergores dalam kertas itu. This’s real … dan benar2 terjadi !!Banyak influence positive lain yang telah saya peroleh dari komunitas ini, lewat kekuatan kalimat yang menyatakan “ applied knowledge is a power “ !!
Eka

Friday, March 16, 2007

10 Pertanyaan Paling Menantang

Sewaktu menikah, kata orang kami berdua merupakan “pasangan ideal”, karena istri saya pegawai negeri dan saya karyawan bank swasta. Sudah punya karir, punya anak dua, punya rumah, punya mobil, kurang apa? Begitu kebanyakan teman dan keluarga bilang ke saya ketika saya memutuskan menjadi pengusaha. Paling susah jika ada acara kumpul2 keluarga atau teman. Biasanya muncul pertanyaan ataupun pernyataan luar biasa yg rada2 susah dijawab. Ada yang sempat saya jawab, ada yang bikin saya speechless.
Berikut diantaranya:
1. Kenapa sih jadi pengusaha?Jawab: Karena terlanjur! Hahaha … Jujur saja, tadinya karena terlanjur bikin perusahaan, jadi terpaksa serius. Ya begitulah hidup, kadang2 ada saja yang terjadi diluar rencana. Tapi setelah saya renungkan, menjadi pengusaha adalah pilihan hidup saya. Saya tetap menghormati pilihan hidup orang lain. Jadi karyawan juga tidak ada salahnya. Tapi saya pribadi pilih jadi pengusaha. Karena hanya dengan menjadi pengusaha, saya bisa melakukan banyak hal yang tidak mungkin saya lakukan ketika menjadi karyawan, misalnya:- Memiliki potensi pendapatan yang sangat besar. Sementara kalau terus jadi karyawan, setinggi apapun jabatan saya pendapatan saya terbatas.- Hanya dengan menjadi pengusaha saya dapat memberikan kesempatan buat orang lain untuk mencari nafkah di perusahaan saya. Istilahnya, bisa menjadi saluran rizki buat orang lain.- Lebih banyak waktu bersama anak2 dan keluarga saya, sementara pendapatan terus mengalir. Sementara kalau jadi karyawan waktu saya habis tersita untuk perusahaan.
2. Bukankah hidup pengusaha itu susah, tidak bahagia?Jawab: Ya, ada pengusaha yang tidak bahagia. Banyak juga karyawan yang tidak bahagia. Bahagia sebetulnya kan bukan soal profesi kita apa. Bahagia adalah pilihan hati kita mau bahagia atau tidak. Saya sih pilih bahagia.
3. Tapi kan pusing dan capek mikirin usaha?Jawab: Ya, memang pusing kalau cuma dipikirin. Makanya usaha tidak untuk dipikirin saja, tapi juga dijalanin. Kalau sudah dijalanin sih pusing nya ilang kok. Diganti sama deg2 an ... hehehe. Dulu sebelum tahu ilmu nya saya juga capek. Dulu tidak ada delegasi ke tim, jadi semua saya jalanin sendiri. Saya ikutan dari mulai jualan, melakukan implementasi, sampai nagih. Caaape’ deeeh. Tapi sekarang dengan delegasi ke tim, alhamdulillah saya bisa lebih rileks.
4. Jadi pengusaha kan bisa bangkrut?Jawab: Semua ada risiko nya. Jadi pengusaha penuh risiko. Jadi karyawan apalagi. Malah, yang harusnya paling takut perusahaan bangkrut itu justru para karyawan. Kalau perusahaan bangkrut, karyawan langsung dipecat. Kalau perusahaan saya bangkrut, belum tentu saya pribadi ikut bangkrut. Lagi pula saya sedang belajar menciptakan multiple streams of income, supaya sumber pendapatan saya tidak hanya dari satu usaha saja.
5. Gak takut banyak saingan?Jawab: Dulu ya, saya takut saingan. Tapi setelah dijalani ternyata persaingan itu tidak menakutkan sama sekali. Malah positif buat kita karena memacu kita untuk selalu lebih baik. Kalau kita selalu lebih baik dari saingan, tidak ada lagi yang perlu ditakutkan.
6. Jadi karyawan kan lebih tentram?Jawab: Ya ini kan soal pilihan. Mungkin jaman orang tua kita dulu menjadi karyawan cukup menentramkan dari segi finansial. Tapi dengan laju inflasi, semakin besarnya biaya sekolah, semakin tingginya biaya hidup, dan sebagainya, kalau saya terus jadi karyawan, justru saya tidak akan bisa tentram lagi ketika anak2 saya kuliah nanti.
7. Sudah punya karir kok ditinggalkan, apa tidak bersyukur kepada Tuhan?Jawab: Saya sangat bersyukur atas apa yang Allah telah berikan kepada saya. Bahkan, dengan menjadi pengusaha saya semakin memahami arti bersyukur. Dulu, saya tinggal menunggu tanggal 25 semua beres, menghabiskan nya juga enteng saja. Kini, saya semakin dapat mensyukuri setiap rupiah yang saya terima. Betapa dibalik setiap rupiah tadi adalah rizki dari yang Maha Penyayang. Lagipula, menjadi pengusaha memungkinkan saya mengembangkan seluruh potensi yang Allah sudah berikan kepada saya. Itulah salah satu cara saya bersyukur.
8. Gak punya darah pengusaha kok jadi pengusaha?Jawab: Ya, dulu memang kebanyakan pengusaha tradisional hanya meneruskan usaha orang tua nya. Maka muncul mitos soal darah pengusaha ini. Kenyataannya sekarang siapapun bisa jadi pengusaha. Karena mengelola usaha itu ternyata ada ilmunya dan bisa dipelajari. Saya memang masih belajar, tapi siapapun yg mau belajar insyaAllah pasti bisa.
9. Kenapa gak merangkap saja punya usaha tapi tetap jadi karyawan?Jawab: Ya. Mungkin saja begitu. Saya juga pernah begitu. Tapi kok malah tidak maksimal. Usaha tidak berkembang, jadi karyawan juga gak tenang. Mungkin masalahnya di fokus. Kalau saya bekerja untuk perusahaan orang lain, semestinya dedikasi saya 100% untuk perusahaan itu. Dengan “nyambi“, saya kok merasa “selingkuh“ gitu. Itu kalau saya lho, mungkin orang lain tidak.
10. Kok sering dirumah, sebenernya kerjanya apa sih?Jawab: Hehehe ... begini Oom, memang jaman sekarang sudah maju. Pertama, jasa yang perusahaan saya berikan memang lebih banyak pakai otak daripada otot, jadi saya bisa menyelesaikan sebagian besar kerjaan saya dimanapun lewat internet. Kedua, sebagian besar kerjaan yang butuh kehadiran fisik sudah saya delegasikan pada tim saya yang lebih muda dan lebih pinter, dan saya bayar mahal pula. Jadi saya tinggal memonitor saja. Memang sekarang mungkin aneh, tapi makin lama akan makin banyak orang yang bekerja seperti saya.

Posted by Fauzi Rachmanto

Tuesday, February 27, 2007

Kebiasaan Para Pemenang

Berikut postingan nya Pak Fauzi, ...hebat..........kaya nya aku juga termasuk yang jadi pemenang deh...semoga:
Ini catatan saya tentang penggunaan HP dan Email.Dewasa ini dalam berbisnis kita telah banyak sekalidibantu dengandua sarana komunikasi modern tadi. Namunsepanjang karir saya sebagai profesional maupunpebisnis, saya mengamati tidak semua orang telahmenggunakan alat2 bantu komunikasi tersebut denganbaik. Bahkan terkadang bisnis atau karirnya malahterganggu karena ybs secara tidak sadar telahmenggunakan sarana komunikasi yang dimilikinya secaratidak benar. Di sisi yang lain saya juga mengamatibahwa “Para Pemenang“ , yaitu sosok yang sangatberhasil dalam bisnis dan karirnya, umumnya memilikibeberapa kebiasaan yang mungkin patut kita contoh.Berikut beberapa diantaranya:
1. Para Pemenang jarang berganti-ganti nomor HP.Logikanya wajar, karena jarang berganti nomor HP, ParaPemenang mudah dihubungi ketika ada pihak yangmembutuhkan produk atau jasanya. Orang yang kurangberhasil dalam usaha dan karirnya (untuk tidakmenyebut mereka sebagai “orang yang kalah“) saya amatimemiliki kebiasaan yang sebaliknya, yaitu seringberganti nomor HP, dan parahnya lagi sering tidakmemberitahu kolega/klien. Hebatnya, jika saya tanyakenapa sering berganti nomor HP, mereka selalu sajapunya alasan, entah HP hilang, SIM card rusak, dsb.Anehnya, selalu hanya mereka yg punya masalah2 tadi.
2. Para Pemenang selalu menerima panggilan jika HP nyadihubungi.Ya, Para Pemenang kapanpun coba saya hubungi selalumenerima panggilan dengan “greeting“ yang segar danbersemangat seperti suasana di pagi hari. Tidak pedulijam berapapun dihubungi. Mengucapkan “Halo SelamatPagi!“ ataupun “Halo Selamat Malam!“ buat mereka samabergairahnya. Kecuali tentu ketika mereka sedangmeeting. Itupun biasanya langsung callback selesaimeeting. Sebaliknya, mereka yg kurang berhasil lebihsering tidak mengangkat panggilan masuk, atau lebihparah lagi mematikan HP nya. Ada teman saya yangkurang berhasil, jujur mengakui bahwa jika nomornyatidak dikenal dia takut itu adalah debt collector.Wah, lantas bagaimana dia bisa membedakan antara debtcollector dengan prospek yang akan memberikan order?
3. Para Pemenang menggunakan SMS dengan bijak.Para Pemenang yang saya kenal umumnya sopan dalamber-sms. Menggunakan pilihan kata yang sopan,seringkali diakhiri dengan terimakasih atau thanks.Dan tidak pernah menggunakan huruf besar secarasembarangan. Dalam nettiquete penggunaan huruf besarbiasanya digunakan jika kita hendak “berteriak“(flamming). Kebiasaan ini diteruskan di era SMS. ParaPemenang juga tidak menggunakan SMS untuk hal-hal yangurgent dan critical. Karena tidak setiap saat kitabisa reply SMS segera. Kalau memang urgent ParaPemenang biasanya langsung telpon saja. Tentu saja,Para Pemenang begini tidak termasuk umat “mis-kin-call“.
4. Para Pemenang menggunakan alamat email dengannamanya sendiri.Silahkan diamati, umumnya Para Pemenang menggunakanalamat email sesuai namanya sendiri, tidak aneh-aneh.Mereka cukup percaya diri untuk mencantumkan nama-nya.Mungkin disingkat supaya tidak kepanjangan, tapiselalu nama mereka sendiri yang dicantumkan. Sementaramereka yang kurang berhasil kadang alamat emailnyaaneh-aneh. Misalnya menggunakan nama julukan yangsusah diingat (gendutz, peyanx, hacker, dst ...) Ataumenggunakan nama selebritis (yang paling sering:beckham, baldwin, dsb ...) Padahal dalam bisnis kitaperlu tahu dengan siapa kita berinteraksi. Lagipulasudah tahu toh tidak mirip dengan Beckham, kenapatidak menggunakan nama pemberian orang tua kitasendiri saja? Saya yakin Bill Gates atau Larry Pagesjuga tidak repot2 bikin alamat emailcoolprogrammer@ .... misalnya. Saya pernah menerimaemail dari rekan yang alamat emailnya “gondoruwo@...”, bisa Anda bayangkan betapa seramnya untukme-reply email beliau.
5. Para Pemenang sopan dalam ber-email.Umumnya email yang saya terima dari Para Pemenangmenggunakan salam pembuka dan salam penutup. Pilihankatanya sopan, dan tidak sembarangan menggunakan hurufbesar. Dan dibawah salam, dengan percaya dirimencantumkan nama lengkap dan kontak yang bisadihubungi. Mereka yang kurang berhasil, seringemailnya tanpa salam, kadang menggunakan kata yangtidak sopan, dan sembarangan memakai huruf besar (jadiyang nerima serasa diteriakin), dan tidak pe-demencantumkan nama nya sendiri di bawah. Saya pernahterkaget-kaget menerima email yang diketik dengancapslock semua, sudah begitu menggunakan bahasa “gaul”lagi. Waduh, sampai pusing baca nya. Padahal ternyataisi nya tidak ada yang penting.
6. Para Pemenang selalu merespon email.Para Pemenang yang saya kenal selalu merespon setiapemail yang masuk. Mereka ini adalah para CEO ataupemilik perusahaan software kelas dunia. Namunmeskipun ratusan email yang masuk setiap hari nya,mereka selalu menunjukkan bahwa mereka “care” denganemail yang mereka terima. Sekalipun kadang respon nyahanya berupa forward ke staff nya dengan pesan singkat“Pls follow up”, atau reply hanya: “Got it. Willrevert to you later”. Tapi setidaknya merekamenunjukkan atensi. Sebaliknya, mereka yang kurangberhasil sering justru tidak mereply email yang merekaterima. Meskipun mereka pasti lebih banyak waktu.
7. Para Pemenang bijak menggunakan email.Sewaktu saya masih karyawan, setiap hari Jumat,mailbox saya penuh dengan teman-teman yang mengirimkanjoke, intermezzo, bahkan gambar2 hot. Kadangattachement nya demikian besar sehingga mengganggubandwidth. Belum kalau saling reply. Wah mailbox penuholeh hal2 tidak penting. Para Pemenang yang saya kenaltidak pernah melakukan hal-hal seperti itu. Merekamenggunakan email sesuai tujuan nya, yaitu untukmelakukan komunikasi.
Apakah Anda juga seorang Pemenang? Anda bisa tambahkanlagi list diatas?

Koleksi baru Citra Collection

Satu lagi koleksi untuk kios mungil kami, berkat TDA aku mengenal Pak Hadi n ketularan ilmunya. Jualan selimut.....untuk memudahkan menjual ke konsumen tanpa harus cuap cuap, aku mengedit keunggulan selimut nya dan kulampirkan di setiap kantung tas selimut tsb, begini rupanya :

“CITRA COLLECTION”

Menjual aneka selimut berkualitas Export dan mempunyai banyak keunggulan, diantaranya :

1.Bahan Bahannya adalah benang synthetic high quality, bukan kapas, sehingga anti bakteri dan jamur.
2. Dicuci tidak akan pudar warnanya atau kumal meski pakai mesin cuci kerena benangnya jenis benang acrylic.
3. Dengan tingkat harga yang sama, atau bahkan 25-50% diatasnya, permukaaan selimut ini jauh lebih Halus…
4. Anti alergi, terutama Asthma (ini kayak produk unggulan bantal dacron itu lho...)
5. Dipakai tidak gerah (buktikan deh….)
6. Standard “Cabut Bulu“ nya jauh diatas rata selimut lokal. Ini ukuran yang sangat tinggi untuk selimut, prosedurnya kira2 ada alat penjepit dengan tekanan tertentu yang menjepit dan ditarik, nanti bulu yang tercabut diitung dan prosentase yang tercabut untuk selimut2 kami sangat lebih kecil
7. Mutu internasional, standard Eropa dan Jepang, karena produk ini hanya untuk export saja.
8. Customer internasional yang pakai diantaranya:
http://www.marvel.com/ , http://www.ikea.com, www.nickeledeon.com/ dlll
9. Bisa anda bandingkan dengan selimut2 yang ada di mall2..
Dari survei saya di grosir2 selimut besar di Jakarta, saya belum pernah temukan yang mutu+harga lebih bagus...
10. Tidak out of date, sehingga kalau makin lama distok,harga makin naik…

Untuk Pemesanan segera hubungi :
Kios Citra Collection
Jl. Masjid Al Mu’awanah
Depan SDIT Al Fatah Aren Jaya
Bekasi Timur 17111
Ph : 0856 9414 1020 atau 0818 198 235

The Secret

Berhubung kemarin nggak bisa ikut nonton, semua review dari temen2 aku masukkan dari blogku, berikut review dari Pak Eko June:
Nimbrung review ah Sy yakin hampir semua peserta nobar The Secret akan merasa hillarious, great-feeling, terharu, terpana dan kagum. Sama yakinnya bahwa minimal, klo menakjubkan terasa berlebihan, akan merasa bahwa ada manfaat yg bisa diambil dari kegiatan dan film ini.Sy malah ingin lebih menyorot mengenai tanggapan2, sanggahan2, pro-kontra yg juga sempat diangkat pak Fauzi dalam makalahnya. Melalui email, SMS dan YM ke blio. Bahwa hal ini dikhawatirkan akan menuhankan pikiran, tidak Islami, omong-kosong dll. Walau telah dijawab dg baik mengenai pengendalian pikiran, justru sesuai dengan ajaran agama manapun dan sesuai dengan penelitian ilmiah yg diadakan ... tetap saja pro dan kontra akan tetap hadir. Sama seperti komentar2 di imdb.com mengenai film ini. Ada yg mengagumi, ada yg tidak.Tapi memang disitulah seninya. Justru itulah kenapa hanya 1% orang yg bisa menerapkan hal ini, kenapa hanya sedikit orang yg sukses, jaya, terkenal, yg berhasil ... dan kenapa ini disebut The Secret. Krn selebihnya klo gak percaya, setengah percaya, atau percaya dengan syarat, halah . Semua telah ada dalam agama, dalam agama sy :
1. ask = do'a
2. answer = percaya pada-Nya/ber- husnudzon bahwa Dia pasti menjawab
3. receive = pasrah/setelah ikhtiar dan melakukan hal yg in-line dg ask/do'a diatas
4. visualization = positif/husnudzon akan hasilnya
5. grattitude = bersyukur
So, kenapa selama ini gak jalan ? Tau deh ada yg bolong kali diantaranya. Biasanya sih di visualization. Kita kadang dilarang utk memikirkan sesuatu yg belum kita dapat, terlalu berangan-angan. Dan terlalu berlebihan adalah tidak baik. Buat sy, berlebihan itu relatif. Jika dulu bisa terbang adalah dianggap mimpi yg berlebihan pd jamannya, maka sekarang kita bisa menikmatinya. Para pembawa risalah jika menganggap misinya berlebihan utk area seluruh dunia dan berhenti berdakwah, maka kita gak akan menikmati apapun agama yg kita pegang saat ini. Selama bukan sekedar angan2 tanpa action, selama bukan yg melanggar syar'i dan sunatullah dan selama memang masih ada orang yg sanggup mencapainya ... mimpi/visualization sebesar atau setinggi apapun masih layak dilakukan.Kita hanya sanggup bermimpi omset Rp. 5 juta per bulan, takut klo bermimpi omset Rp. 50 juta per bulan dianggap gila dan malah takut bener2 jadi gila/insane. Berarti otak kiri kita masih mendominasi, masih itung2an logika. Dan kita tau, minimal buat action member TDA, bahwa otak kanan yg perlu diseimbangkan. Sy pribadi dulu klo jalan2 ke mall/pasar en liat2 toko bagus2 en lengkap2 kadang berpikir, hebat ya yg punya, bisa punya toko sebagus en selengkap itu, malah punya 2-3 toko. Klo sy gak berani bermimpi, mungkin sy gak akan punya toko seperti itu lom 2-3 sih en lom sebagus en selengkap bayangan sy tp minimal yakin bahwa ternyata sy bisa punya toko hehe.
Akhirulkalam. Berdamailah dengan kekurangan. Duh, kata2 indah dari pak Roni. Semua ada kekuranganya, ada pro dan kontra. Ada gerakan anti Kiyosaki sementara banyak yg menjadikannya idola, ada yg anti kemapanan sementara banyak yg mencarinya dll. Hanya kita yg bisa mem-filter mana yg bagus buat diri kita. Atau ambil yg menurut kita bagus, buang yg jelek.Bagi sy, The Secret is great. Just do it. Let it go ... let it God. Lakukan/action, pasrahkan, biarkan Allah SWT memberikan dan mengabulkan do'a kita. Kita tunggu hasil dari ikhtiar kita.
Mohon maaf jika kurang berkenan. Semoga bermanfaat.

Sunday, February 25, 2007

Berhenti Memikirkan BAGAIMANA Saya Bisa Mendapatkan Apa yang Saya Inginkan!!

Pernyataan itu saya dapat juga melalui The Secret movie, yang menyebutkan it is not "THE HOW" that will limit you to what you can see and what your ego can do".Bingung kan? Sama dong :-)) apalagi saya yang notabene orang matematika, yang selalu saja mencoba mencari jawaban dan pola untuk menyelesaikan semua hal yang menjadi fokus saya.Joe Vitale pernah menulis, "belokkan tujuan ke bawah sadar kita yang terhubung dengan segala sesuatu di universe ini dan biarkan hal itu membawa tujuan kepada kita dan kita kepada tujuan itu.
Dan akhirnya kita akan sampai ke sana.
Menurutnya, hanya 5 langkah ini yang menjadi rahasianya:
1. Mengetahui apa yang tidak anda inginkan
2. Menyeleksi apa yang anda inginkan
3. Menghapuskan seluruh keyakinan negatif atau yang membatasi anda
4. Merasakan bagaimana rasanya jika anda memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan
5. Pasrah saat anda bertindak sesuai dorongan naluriah anda, dan biarkan hasil yang anda inginkan terwujud.
Nyatakanlah tujuan kita dan biarkan dunia / universe yang mengatur sendiri cara membawa tujuan kita kepada kita. Ya itulah dia yang namanya The Attractor Factor.
Doris